Kategori: Artikel

Pare dan Lidah Buaya: Obat Diabetes Alami dari Tumbuhan

Obat diabetes alami dari tumbuhan, seperti pare dan lidah buaya, cukup potensial untuk mengendalikan kadar gula darah, namun harus di bawah pengawasan.

Diabetes membahayakan produk dan pemanfaatan insulin oleh tubuh, sehingga kadar gula darah meningkat.

Jika masalah ini dapat diatasi, maka masalah kesehatan yang lebih serius juga dapat dihindarkan.

Sejumlah obat bisa membantu penderita menjaga kadar gula darah normal, termasuk dengan mengonsumsi obat diabetes alami dari tumbuhan, serta memadukannya dengan perbaikan gaya hidup.

Selain obat medis, terapi tambahan berbahan dasar alami akan membantu mengendalikan kadar gula darah.

Obat Diabetes Alami dari Tumbuhan: Pare

Salah satu obat diabetes alami dari tumbuhan yang telah lama digunakan di Indonesia adalah pare (Momordica Charantia).

Di Indonesia, tanaman ini biasanya dikonsumsi sebagai sayuran.

Meski rasanya pahit, pare kaya akan vitamin (vitamin A, B, dan C) dan mineral, karbohidrat, protein, fosfor, kalsium, zinc, potassium, dan magnesium.

Dalam pengobatan tradisional maupun modern, pare dimanfaatkan sebagai bahan anti-bakteri, anti-oksidan, dan untuk mengatur sistem imun.

Bagaimana dengan manfaatnya untuk pengobatan diabetes?

Sejumlah peneliti percaya bahwa pare mengandung sejumlah zat yang bekerja menekan nafsu makan dan menurunkan kadar gula darah.

Dalam hal ini, zat tersebut berfungsi seperti insulin.

Untuk pengobatan, pare dijual dalam beberapa sediaan, seperti jus, bubuk, dan suplemen, dengan ketentuan maksimum sebagai berikut:

  • Jus pare, 50-100 milimeter per hari
  • Satu buah pare ukuran kecil setiap hari
  • Suplemen pare (sesuai petunjuk dokter)

Jika dipadukan dengan konsumsi obat-obatan medis, penggunaan pare harus terlebih dahulu diskusi dengan dokter.

Dengan demikian, dokter bisa memberikan rekomendasi cara konsumsi maupun dosisnya, serta mengawasi penderita diabetes untuk melihat reaksinya.

Konsumsi pare secara berlebihan dapat memicu efek samping, seperti masalah usus (misalnya diare), mual dan muntah (terutama pada anak – anak), dan penurunan gula darah secara tiba-tiba.

Baca juga:

Makanan Penyebab Diabetes Yang Mesti Anda Hindari
Begini Lah Sejumlah Cara Mencegah Diabetes dari Dini dengan Alami
Pastikan Anda Paham Gejala Diabetes pada Pria dan Cara Mengobatinya

Obat Diabetes Alami dari Tumbuhan: Lidah Buaya

Satu lagi obat diabetes alami dari tumbuhan multi-guna adalah lidah buaya (aloe vera).

Menurut studi yang ada, cara terbaik mengonsumsi lidah buaya adalah mengambil dagingnya.

Lidah buaya diyakini dapat membantu menurunkan lemak darah pada penderita diabetes, di mana molekul lemak di dalam darah biasanya tinggi.

Zat aktif dalam lidah buaya juga dapat mengurangi bengkak dan mempercepat proses penyembuhan akibat luka.

Luka diabetes dapat diobati dengan lidah buaya.

Manfaat lidah buaya sebagai penyembuhan alami berasal dari senyawa aktif seperti lektin, anthraquinone, dan mannan.

Penelitian menunjukkan bahwa ada 75 komponen aktif di dalam lidah buaya, seperti vitamin, mineral, enzim, dan asam amino.

Lidah buaya dapat diolah menjadi makanan atau minum yang berkhasiat untuk tubuh.

Selain itu, sediaan siap pakai seperti tablet dan jus bisa didapatkan di toko obat offline atau online.

Sama hal dengan konsumsi pare, konsumsi lidah buaya pada penderita diabetes mellitus juga harus di bawah pengawasan dokter.

Lidah buaya mengandung senyawa yang dapat menurunkan kadar gula darah.

Jika dikonsumsi berlebihan, bisa memicu hipoglikemia (gula darah rendah) yang bisa membahayakan penderita diabetes mellitus, seperti kehilangan kesadaran.

Pengawasan dibutuhkan terutama jika anda juga mengonsumsi obat-obatan dari dokter.

Kesimpulan:

Sebagai kesimpulan, pare maupun lidah buaya sangat potensial digunakan sebagai obat diabetes alami dari tumbuhan, karena di dalamnya memang terdapat senyawa aktif yang membantu mencegah kenaikan gula darah.

Selain pare dan lidah buaya, sebenarnya masih banyak tanaman potensial yang dapat membantu penderita diabetes mellitus.

Di antaranya adalah daun salam, kulit manggis, brokoli, sambiloto, beras merah, dan sebagainya.

Sekali lagi, konsumsi bahan-bahan herbal ini mesti dilakukan di bawah pengawasan dokter, terutama terkait takaran dan cara konsumsinya.

Jika dikonsumsi sembarangan, bisa menyebabkan risiko fatal, seperti hipoglikemia.

Posting ini terakhir diubah pada 21 April 2020 2:07 AM

Bagikan
Gluconormix Official

Layanan konsultasi online GRATIS untuk Anda! Hubungi kami segera - 081321112060

Tinggalkan Komentar
Diterbitkan oleh

Situs web ini menggunakan cookie.